Stimuno untuk mencegah anak demam

Stimuno untuk mencegah anak demam

Stimuno untuk mencegah anak demam apakah bisa? Stimuno sebagai imunomodulator berperan dalam membuat sistem imun lebih aktif dalam mejalankan fungsinya dalam menguatkan sistem imun tubuh. Stimuno juga mampu menekan reaksi sistem imun yang berlebihan sehingga kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh akan selalu optimal dan tetap sehat saat diserang virus, bakteri, dan mikroba jahat lainnya.

Ketika anak sudah menunjukkan gejala penyakit maka Anda bisa memberikan Stimuno agar imunitas tubuh anak kembali meningkat dan terhindar dari demam. Begitupun saat anak sudah terlanjur sakit, Anda bisa memberikan Stimuno agar bisa mempercepat proses penyembuhannya.

Namun jika anak sudah terlanjur jatuh ketahanan tubuhnya maka bisa saja anak yang diberikan Stimuno tetap mengalami demam. Demam sendiri merupakan tanda jika tubuh sedang berusaha melawan infeksi yang ingin menyerang anak.

Anda bisa mengatasi demam dengan pengobatan di rumah sendiri. Seseorang bisa dikatakan mengalami demam saat suhu tubuhnya mencapai 37 derajat atau lebih. Biasanya suhu tubuh anak yang demam akan baik turun. Lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di malam hari, bahkan anak bisa menggigil di malam hari.

Dan berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah, untuk mengatasi demam anak:

  • Kompres dengan air hangat. Letak kompresan bisa di dahi, di ketiak, dan area selangkang. Anda juga bisa mengompres anak dengan kompresan modern yang sekarang sudah banyak ditemui di toko-toko.
  • Mandi air hangat. Walaupun anak demam namun tetap harus mandi atau Anda bisa melapnya menggunakan air hangat. Air hangat bisa membantu mendinginkan tubuh dan membuat suhu tubuh anak menurun sedikit.
  • Buatlah suhu ruangan senyaman mungkin, tidak kedinginan dan tidak kepanasan.
  • Jangan membungkus anak dengan pakaian tebal dan selimut. Berikan pakaian yang lembut dan dingin, kalaupun anak menggigil bisa menyelimutinya dengan bahan selimut yang tidak tebal.
  • Pastikan anak mengonsumsi air yang banyak agar tidak dehidrasi. Jika anak masih menyusui maka bisa terus berikan ASI.
  • Jika anak malas untuk minum maka bisa mengakalinya dengan memberikan sup, dan jus.
  • Hindari membeirkan anak minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti teh dan coklat, hingga minuman bersoda.
  • Pastikan juga anak makan yang banyak dengan gizi seimbang. Semakin tinggi demam anak maka semakin besar juga kebutuhan gizinya. Jika napsu makannya berkurang, maka bisa memberikannya makan dalam porsi kecil namun dalam jangka waktu sering.

 

Berikut beberapa cara memeriksa demam pada anak-anak :

  • Menggunakan oral thermometer yang dimasukkan ke bawah lidah
  • Rektal thermometer yang secara perlahan dimasukkan ke dalam pantat anak
  • Thermometer ketiak ditempatkan di bawah ketiak dan lengan
  • Thermometer telinga yang dimasukkan ke dalam telinga namun tidak terlalu dalam.

 

Lalu kapan anak yang demam harus dibawa ke dokter?

  • Ketika anak masih berusia di bawah enam bulan dan mengalami demam
  • Terserang demam di atas 40 derajat celcius
  • Anak menderita konvulsi
  • Anak sangat kesakitan, kelelahan dan sulit bangun
  • Anak mengalami leher kaku, sakit kepala, ruam, muntah-muntah dan diare
  • Hilang selera makan
  • Mengeluhkan sakit perut
  • Mengalami sakit telinga
  • Sulit bernapas
  • Menangis terus menerus dan rewel
  • Mengalami demam sudah lebih dari dua hari

 

Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan penyebab demam. Bagi Anda yang menemukan anak sudah mengalami gejala-gejala penyakit maka bisa langsung diberikan Stimuno. Stimuno untuk mencegah anak demam bisa sangat membantu karena Stimuno bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Baca juga >> Stimuno Untuk Balita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *